Senin, 08 Oktober 2012

Mahasiswa Lebih Pintar dari Professor



Ada Dan Tiada
Dalam sebuah perkuliahan perdana seorang Profesor bertanya kepada para mahasiswanya, “Hai mahasiswa, apakah Tuhan menciptakan seluruh yang dimuka bumi ini ?” Seorang mahasiswa berkata,” Betul, Tuhan menciptakan semua yang dimuka bumi ini.” Sang Profesor bertanya lagi kepada mahasiswanya, “Kalau memang Tuhan menciptakan semua yang dimuka bumi ini, berarti apakah Tuhan juga menciptakan kejahatan ?“ Para mahasiswa bingung. Lalu ada seorang mahasiswa yang nyeletuk, “Profesor, bisakah saya bertanya ?”
Profesor berkata, “Silahkan .” Apakah dingin itu ada ? tanya mahasiswa itu. “Ya, dingin itu ada”  jawab Profesor. “Ini kesalahan Profesor, dingin itu tidak ada, yang ada adalah ketiadaan panas. Pada suhu 400 F, suhu dalam posisi konstan sehingga tidak mungkin terjadi panas dan tidak dingin. Orang di dunia ini menggunakan kata dingin untuk mendeskripsikan akan ketiadaan panas” sahut mahasiswa menjawab pertanyaannya sendiri.
Forum rupanya mulai mencerna kalimat jawaban tersebut, dan mahasiswa tadi berkata lagi, “Masih ada pertanyaan lagi, Profesor !”
“Apakah gelap itu ada ?” tanya mahasiswa. “Ya, gelap itu ada”  jawab Profesor. “Ini kesalahan lagi Profesor. Tidak ada gelap, yang ada adalah ketiadaan cahaya. Kenapa dikatakan gelap, karena tidak ada cahaya di tempat tersebut sehingga kondisinya dikatakan gelap. Cahaya yang terdispersi atau terurai menjadi cahaya spektrum pelangi. Dengan cahaya, kehidupan menjadi sengat berarti karena kita dapat melihat warna warni di dunia ini.Dalam ruang tertentu, ilmu pengetahuan tidak dapat mengukur sekian gelapnya. Karena kalau ada istilah kurang gelap berarti masih ada unsur cahaya dalam gelap tersebut”  jawab mahasiswa menjelaskan.
“Ada satu pertanyaan lagi Profesor. Apakah kejahatan itu ada ?”, tanya mahasiswa. ” Ya, kejahatan ada. Bahkan marak disekeliling kita” jawab Profesor. “Profesor, kejahatan itu tidak ada, yang ada adalah ketiadaan Tuhan dalam hati orang tersebut. Semua manusia jika Tuihan masih bersama di dalam hatinya maka disana ada apresiasi untuk mengupayakan memanusiakan manusia. Kalau orang sudah bertindak yang merugikan manusia lain, apalagi menganiaya bahkan membunuhnya tanpa alasan yang benar tindakan tersebut dilakukan, maka jelas tidak ada Tuhan dalam hatinya”, jelas mahasiswa.
Lonceng pergantian jam berdentang dan perkuliahanpun selesai. Sang Profesor sempat bertanya kepada seorang mahasiswi lain saat semua sudah bubaran kuliah. ” Siapakah mahasiswa tadi ?”, tanya Profesor. ” Mahasiswa tadi namanya Insan Kamil, teman terpandai di Kampus kami dan orangnya memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik Prof”, jawab mahasiswi menjelaskan. ” Ooh, Pantas…”. gumam Profesor sambil mengemasi laptopnya dan bersiap pulang.

Jumat, 05 Oktober 2012

Ciri-ciri Anak Indigo


Sekarang ini sering kita dengar tentang anak indigo, bahkan tidak jarang kita temui anak-anak dengan kelebihan ini di sekitar kita. Telah banyak ahli yang meneliti mengenai karakteritik atau ciri sifat yang membedakan antara anak indigo dengan anak normal yang lain. Untuk itu tidak ada salahnya jika kita mengetahui tentang karakteritik dan perilaku seperti apa yang sering ditunjukkan oleh anak indigo ini.


Anak indigo merupakan generasi baru yang terlahir di dunia ini. Anak ini memiliki karakteristik yang unik yang membedakan dengan generasi sebelumnya. Istilah indigo ini mengindikasikan aura dalam warna kehidupan. Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet. Indigo sendiri juga terkait dengan indera keenam yang terletak pada cakra mata ketiga yang menggambarkan intuisi dan kekuatan bathin yang luar biasa tajam di atas kemampuan orang kebanyakan. Banyak dari mereka memiliki kelebihan dengan bakat yang luar biasa atau secara akademis berprestasi. Anak yang mengalami indigo ini mampu menunjukkan empati yang sangat dalam dan mudah merasa iba, serta tampak bijaksana untuk anak seusianya. 

Anak indigo datang ke dunia dengan berbagai misi. Kebanyakan dari mereka merupakan pendobrak suatu tatanan yang salah. Mereka bertugas meluruskan ketidakbenaran dan ketidaksesuaian yang terjadi disekelilingnya. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku mereka yang tidak patuh dan kesulitan dalam menjalankan dengan sistem yang ada, misalnya saja penolakan dan sikap kaku terhadap system pendidikan yang ada. 

Anak indigo juga sering menunjukkan perilaku memberontak terhadap suatu otoritas, tidak patuh terhadap aturan atau adat, kesulitan dalam mengelola emosinya, sensitive atau rapuh. Tidak jarang pula anak menunjukkan sikap yang sangat dingin dan tidak punya perasaan. Terkadang orang akan melabel anak dengan indikasi gangguan ADD (attention deficit disorder). Bentuk perilaku tersebut terkadang menyebabkan kesulitan bagi anak-anak ini dalam melewati masa kanak-kanak, bahkan dalam melewati masa remaja (Chapman. 2006). 

Menjadi indigo tidaklah mudah, tapi hal itu merupakan suatu tugas yang harus dijalankan. Anak indigo merupakan salah satu orang yang hadir dan membawa hal yang baru terhadap suatu kemajuan di bumi ini. 

Jan Yordy seorang terapis yang menuliskan tentang anak indigo mencoba mengkategorikan karakteristik anak indigo yang sering ditemui :
- Memiliki keinginan yang kuat, mandiri dengan melakukan apa yang ada di pikirannya daripada mematuhi kehendak orangtua
- Bijaksana dan memiliki tingkat kesadaran dan kebersamaan yang melebihi pengalamannya;
- Secara emosi, mereka dapat dengan mudahnya bereaksi sehingga tidak jarang mereka memiliki permasalahan dengan kecemasan, depresi atau stress;
- Kreatif dalam berpikir dengan menggunakan otak kanan namun tetap harus berusaha belajar dengan menggunakan otak kiri terutama pada sistem di sekolah;
- Anak indigo sering didiagnosis mengalami ADD atau ADHD saat mereka menunjukkan perilaku impulsive (otak mereka memproses informasi lebih cepat) dan mereka harus tetap bergerak agar selalu fokus;
- Anak ini sangatlah peka dan dapat melihat, mendengar atau mengetahui sesuatu hal yang tidak dimiliki orang kebanyakan;
- Anak-anak ini belajar secara visual dan kinestetik, mereka dapat mengingat apa yang terekam dalam otak dan menciptakan melalui tangan;
- Apabila keinginan anak tidak terpenuhi, maka anak merasa kesulitan dan menjadi self centered. Meskipun hal ini bukanlah sifat sebenarnya;
- Anak memiliki potensi dan bakat yang luar biasa, namun dapat hilang begitu saja jika tidak sesuai dengan bentuk pengasuhan.
Dalam menangani anak indigo ini yang perlu diperhatikan adalah bahwa mereka memiliki kesulitan dalam mengelola emosinya. Pada beberapa anak hal ini disebabkan karena permasalahan kecemasan, kemungkinan perilaku obsesif kompulsif atau kepanikan yang berlebih (panic attack). Penyebab lain muncul karena mereka berusaha keras untuk belajar dan memahami cara yang masih tradisional atau kebiasaan rutin. Sehingga tidak jarang bagi mereka akan memiliki self esteem yang rendah dan mudah menyerah dalam mengerjakan yang diberikan (tugas sekolah misalnya). Terkadang beberapa anak indigo menunjukkan reaksi kemarahan, depresi, bahkan menyakiti diri sendiri yang berlebih yang tidak dapat dijelaskan secara logis bahkan menakutkan bagi orangtuanya. 

Anak indigo memiliki getaran energi yang tinggi dengan pola yang menetap, yang kemudian ditunjukkan dengan aura warna indigo pada tubuhnya. Getaran tertinggi ini menciptakan perbedaan terhadap fungsi tubuh dan otak pada anak indigo. Kebanyakan dari mereka berpikir dengan menggunakan otak kanan. Saat stress anak kemudian mengembangkan pengaturan dalam otak, yang mengenyampingkan pemikiran logis dan proses berpikir rasional, sehingga muncul reaksi emosional yang berlebih. Ada pula anak yang menunjukkan dengan perilaku marah, kesedihan atau ketakutan yang mendalam bahkan kecemasan yang berlebih. 

Memahami energi dasar dan mampu mengamati keadaan energi pada saat anak sedang tidak stabil sangatlah membantu bagi orang tua atau terapis, terutama saat bekerja sama dengan anak ini. Diperlukan adanya pemahaman dasar mengenai energi dengan mengajarkan pada mereka cara melindungi diri. Hal lain yang tidak kalah penting yaitu dengan mengajarkan anak indigo dan orang tuanya terhadap teknik dalam menyeimbangkan energi dan cara untuk mengurangi tingkat stress pada anak, sehingga anak tidak terpengaruh pada energi yang negatif. 






Sejarah kata FUCK





Begini lah sejarah kata 'fuck',, berdasarkan versi di kerajaan Inggris dulu :
 "Zaman dahulu kala di Negara Inggris, penduduknya tidah boleh melakukan hubungan seksual tanpa ijin dari sang Raja. Saat mereka ingin memiliki anak, mereka harus mengajukan ijin kepada pihak kerajaan. Setelah itu pihak kerajaan akan memberikan “Tanda / Kartu” untuk digantung di pintu pasangan tersebut selama mereka berhubungan. Tanda tersebut bertuliskan “Hubungan intim telah mendapatkan ijin dari raja”, atau dalam bahasa mereka ditulis dengan “Fornication Under Consent of The King" (F.U.C.K). Berarti jika ada orang yang mengucapkan kata FUCK, secara langsung atau tidak sama saja dengan mengatakan perizinan untuk melakukan hubungan seksual :D. 
Haha kayaknya sering gak nyambung yang dengan yang sering diucapkan sekarang. Jaman sekarang remaja mengatakan hal tersebut untuk dijadikan kata umpatan kepada seseuatu hal yang tidak dia sukai.

Kamis, 04 Oktober 2012

Puisi Kerusakan Alam


Jeritan Bumiku

Dalam diam aku mulai pahami
Alam nusantara meronta, menahan keserakahanmu
Tiada ketenangan, tiada tentram
Kekalutan yang meraja terus meraja
Mencekam hati budak-budak Ilahi

Bumiku rusak tiada dipinta
Murka menelan beribu nyawa
Tanggung jawab serasa hilang, kalah oleh egomu
Ia bak berbilang namun tak berkata
Akankah kembali alam surga dunia ini?

Isak tangis rentaan penghuni alam memekik
Membahana
Menderu angin bersambut hadirnya derita
Rusaklah bumiku
Bumi tempat berpijak, tempat bergantung

Adakah kau mendengar
Jeritan nyawa melayang terkikis harapan
Air, angin, tanah menangis
Tak kuasa melawan kepedihan yang kau tarikan diatas kepuasanmu
Kau tuli, buta, bisu
Tak sadar, Engkaulah perusak itu
Perusak bumi nusantaraku